![]() |
| Rieke Diah Pitaloka Permatasari (Oneng) |
Alias : Rieke Diah Pitaloka | Rieke | Oneng
Profesi : Politisi
Agama : Islam
Tempat Lahir : Garut, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Rabu, 8 Januari 1947
Zodiac : Capricorn
Hobby : Membaca | Diskusi | Olahraga
Warga Negara : Indonesia
Suami : Donny Gahral Adian
Anak : Sagara Kawani Adiansyah
BIOGRAFI
LIBASS - Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari lahir di Garut, Jawa Barat pada 8 Januari 1974. Ia mengawali karirnya sebagai aktris sinetron. Dari sekian banyak sinetron yang pernah dibintanginya, sitkom Bajaj Bajurilah yang paling mengorbitkan namanya. Dalam sinetron komedi yang tayang di Trans TV itu, ia beradu akting dengan komedian Mat Solar yang berperan sebagai seorang supir bajaj bernama Bajuri.
Di sinetron bersutradara Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo’on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris Wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.
Selain sinetron, Rieke juga menjajal dunia teater. Di samping untuk terus menggali potensinya dalam berakting, ia juga ingin melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya. Meski terbilang sukses, nampaknya peran tersebut lama kelamaan membuatnya jengah. "Aku ingin image Oneng yang o’on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007.
Setelah dunia seni peran, jebolan Sastra Belanda Universitas Indonesia ini mulai merambah dunia politik. Ketertarikan Rieke pada politik tak main-main atau hanya sekadar latah mengekor jejak rekan seprofesinya yang lebih dulu berkecimpung sebagai politikus.
Rieke mengaku, selama aktif dalam bidang politik, ia sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan lantaran terlalu vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ancaman pun kerap ia dapatkan dari oknum-oknum yang berseberangan pemikiran dengannya. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat.
Keseriusan dan komitmennya dibuktikan dengan berbagai jabatan yang pernah diamanatkan padanya. Rieke pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar.
Di sinetron bersutradara Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo’on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris Wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.
Selain sinetron, Rieke juga menjajal dunia teater. Di samping untuk terus menggali potensinya dalam berakting, ia juga ingin melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya. Meski terbilang sukses, nampaknya peran tersebut lama kelamaan membuatnya jengah. "Aku ingin image Oneng yang o’on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007.
Setelah dunia seni peran, jebolan Sastra Belanda Universitas Indonesia ini mulai merambah dunia politik. Ketertarikan Rieke pada politik tak main-main atau hanya sekadar latah mengekor jejak rekan seprofesinya yang lebih dulu berkecimpung sebagai politikus.
Rieke mengaku, selama aktif dalam bidang politik, ia sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan lantaran terlalu vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ancaman pun kerap ia dapatkan dari oknum-oknum yang berseberangan pemikiran dengannya. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat.
Keseriusan dan komitmennya dibuktikan dengan berbagai jabatan yang pernah diamanatkan padanya. Rieke pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar.
Belakangan ia mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk kemudian bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri. Partai berlogo banteng itulah yang kemudian mendukung pencalonannya sebagai caleg pada Pileg tahun 2009. Berbekal popularitasnya sebagai selebriti, Rieke yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat II berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR periode 2009-2014.
Dalam melakukan tugas sebagai anggota dewan, perlu ditopang oleh kemampuan intelektualitas. Selain kritis, ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak karirnya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI).
Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara sudah dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat terbitan Galang Press. Peluncuran buku tersebut dilakukan pada 19 Oktober 2004 bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah. Pada Desember 2001, ia mempublikasikan kumpulan puisi-puisinya dalam sebuah buku berjudul Renungan Kloset untuk pertama kali. Dua tahun kemudian, April 2003, Rieke meluncurkan ’sekuel’ buku kumpulan puisi Renungan Kloset yang diberi tajuk Dari Cengkeh sampai Utrecht. Selanjutnya, Rieke kembali meluncurkan karyanya, masih berbentuk kumpulan puisi yang kali ini diberi judul UPS! pada Desember 2005.
Selain rajin menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku, bintang iklan sebuah merk minuman kesehatan ini juga mendirikan Yayasan Pitaloka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.
Di samping soal popularitasnya sebagai aktris yang kemudian terjun sebagai politikus, kehidupan pribadi Rieke pun tak luput dari sorotan media. Rieke mengakhiri masa lajangnya setelah menerima pinangan seorang dosen filsafat Universitas Indonesia bernama Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat.
Dalam melakukan tugas sebagai anggota dewan, perlu ditopang oleh kemampuan intelektualitas. Selain kritis, ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak karirnya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI).
Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara sudah dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat terbitan Galang Press. Peluncuran buku tersebut dilakukan pada 19 Oktober 2004 bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah. Pada Desember 2001, ia mempublikasikan kumpulan puisi-puisinya dalam sebuah buku berjudul Renungan Kloset untuk pertama kali. Dua tahun kemudian, April 2003, Rieke meluncurkan ’sekuel’ buku kumpulan puisi Renungan Kloset yang diberi tajuk Dari Cengkeh sampai Utrecht. Selanjutnya, Rieke kembali meluncurkan karyanya, masih berbentuk kumpulan puisi yang kali ini diberi judul UPS! pada Desember 2005.
Selain rajin menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku, bintang iklan sebuah merk minuman kesehatan ini juga mendirikan Yayasan Pitaloka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.
Di samping soal popularitasnya sebagai aktris yang kemudian terjun sebagai politikus, kehidupan pribadi Rieke pun tak luput dari sorotan media. Rieke mengakhiri masa lajangnya setelah menerima pinangan seorang dosen filsafat Universitas Indonesia bernama Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat.
Rieke yang menikah di usia kepala 3 ini amat mendamba hadirnya momongan sebagai penerus keturunannya. Setelah menanti cukup lama serta mengalami dua kali keguguran, ia melahirkan bayi pertamanya pada 11 Maret 2009 pukul 15.20 WIB di Rumah Sakit Boromeus Bandung. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,9 kg dan panjang 51 cm itu diberi nama Sagara Kawani Adiansyah, yang dalam bahasa Sunda berarti lautan keberanian.
Kini, Rieke dan Teten Masduki mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Barat dalam pilkada Jabar.
PENDIDIKAN
· Program Pasca Sarjana Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI), 2001-2004.
· Fakultas Sastra Jurusan Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), 1994-2000.
· SMU Negeri 1, Garut, 1990-1993.
· SMP Negeri 2, Garut, 1987-1990.
· SD Yos Sudarso, Garut, 1981-1987.
Non Formal:
· Kursus Filsafat di Extention Course Programme Driyakara School of Philosophy Jakarta, 2000.
· Kursus Bahasa Inggris di The British Institue Jakarta, 2000.
KARIR
· Anggota DPR RI Periode 2009-2014
· Aktris
· Pendiri Yayasan Pitaloka
Organisasi:
· Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP PDI Perjuangan, 2008-sekarang.
· Star Fellow of Greenpeace Jakarta, 2006-sekarang.
· Ketua Yayasan Pitaloka, 2006-sekarang.
· Gerakan Mahasiswa UI (Aliansi Pro Demokrasi Anti Militerisme), 1998.
LIBASS - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja menilai kinerja kepolisian masih jauh dari harapan. Adnan mengatakan, jika polisi mau serius berubah maka kerjaan lembaga seperti Komnas HAM, KPK hingga Kompolnas tak akan menumpuk.
"Saya berharap Polri, karena lembaga pengawasan enggak begitu berfungsi di parlemen, maka semua tergantung Polri. Kalau Polri mau serius berubah, mungkin KPK enggak banyak kerjaan lagi.
Makanya tadi semua sepakat, KPK, Kompolnas, Komnas HAM, kalau Polrinya bener, kita-kita enggak ada kerjaan," kata Adnan dalam Rapat Evaluasi Kinerja Polri di Kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Jakarta Selatan, Senin (30/9).
Adnan mengatakan, KPK dibentuk karena kinerja kepolisian tak efektif dalam perkara korupsi. "Ya iya lah, makanya KPK dibentuk. Mungkin KPK tinggal mengurus pencegahan. Dari mana-mana KPK tetap ada. Pokoknya kalau Polri bener, semua kembali pada polri," ujarnya.
"Misal, (Surat Perintah Dimulai Penyidikan) SPDP, itu surat pemberitahuan dimulainya penyidikan, tapi yang dikirimkan itu pas udah mau selesai. Belum lagi beberapa kasus yang ditangani dua, kalau sudah begitu kita evaluasi, pemain tikungan juga banyak," imbuh Adnan.
![]() |
| Abraham Samad dengan Hadi Poernomo |
LIBASS - Potensi korupsi di beberapa instansi kementerian dan lembaga, serta di pemerintah daerah cukup tinggi. Potensi penyimpangan dan penyelewengan anggaran bisa terlihat dari laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang setiap tahun selalu diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penyelewengan anggaran dan potensi korupsi tidak serta merta hilang meskipun masing-masing lembaga negara meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penilaian itu bukan predikat atau stempel bebas korupsi.
"WTP belum menjamin tidak ada korupsi," ujar Hadi usai pencanangan pembentukan zona integritas bebas korupsi di lingkungan lembaga negara di Jakarta, Senin (30/9).
Hadi mengakui, kultur birokrasi di Indonesia saat ini sangat sulit diubah. Sehingga, perlu ada penataan agar birokrasi Indonesia tidak lagi membuka ruang sekaligus peluang melakukan tindak korupsi.
"Birokrasi kita masih perlu diperbaiki. Kita susah buat perubahan. Kita ingin ada penataan," kata Hadi Poernomo.
Hal itu diamini oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Bahkan, menurut dia, ada indikasi pada beberapa pemerintah daerah yang memanfaatkan WTP agar tidak dapat diperiksa oleh penegak hukum.
"Ada gejala daerah memanfaatkan WTP. Ini untuk mendeclair kalau provinsi bebas dari korupsi," ungkap Abraham Samad.
Selanjutnya, menurut Abraham, alasan WTP tidak menjadi jaminan bebas korupsi adalah karena ditetapkan melalui mekanisme sampling. "Walaupun WTP, tidak menjamin daerah tidak korupsi karena sampling. WTP bukan jaminan bagi pemda yang bersangkutan bebas korupsi," terang dia.
Lebih lanjut, Abraham meminta agar BPK mengubah metode penetapan WTP tidak lagi menggunakan sampling. "Ke depannya, BPK dapat menggunakan sistem populasi dalam menetapkan WTP," pungkasnya.
![]() |
| Kapolres Magelang AKBP Tommy Aria D |
LIBASS - Petugas Polisi Resort Megelang masih memburu Anom Djatmiko, pria yang mengaku dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menjadi otak pelaku penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Anom berhasil menipu 9 korban hingga meraup uang Rp 1,7 miliar.
Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria D menjelaskan kemungkinan besar kerugian akan terus bertambah. Sebab, sampai saat ini diduga masih ada korban-korban lain yang belum berani melaporkan ke polisi.
"Kami berharap jika ada yang merasa menjadi korban penipuan percaloan CPNS ini untuk segera melapor karena untuk melengkapi dan menambah keterangan dari proses penyelidikan dan penyidikan kami," kata Tommy di Magelang, Senin (30/9).
Tommy mengatakan pihaknya baru meminta keterangan korban atas nama Slamet Ashadi (25), warga Desa Goak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Tommy menjelaskan, dua tersangka yang sudah diamankan, Taufik dan Bripka Yuli sempat mengembalikan uang kepada tiga korban senilai Rp 250 juta.
"Tersangka Bripka Yuli sempat mengembalikan uang korban bernama Agus Unggul sebesar Rp 55 juta, korban Slamet sebesar Rp 25 juta dan korban Lilik Rp 70 juta pada bulan Juni. Namun kedua tersangka setelah didesak korban lainnya, tidak dapat mengembalikan. Akhirnya kasus ini dilaporkan ke kami," jelasnya.
Menurut Tommy, transaksi uang yang dilakukan tersangka dan korban secara tunai membuat polisi kesulitan melacak uang tersebut. "Pembayarannya cash and carry (tunai) ini menghindari dari pelacakan. Mereka diberi bukti kwitansi yang ditandatangani oleh korban dan Anom yang kini masih dalam pengejaran," ujar dia.
9 nama korban penipuan Anom :
1. Lilik Rocmhmatullah warga Tegalrejo, Magelang mengalami kerugian Rp 190 juta.
2. I Made Sudira warga Perum PGRI Japunan, Kota Magelang mengalami kerugian Rp 205 juta.
3. Ony warga Kajoran, Kab Magelang mengalami kerugian Rp 190 juta.
4. Eko Sutrisno warga Kajoran, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 220 juta.
5. Agus Unggul Seto warga Secang, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 94 juta.
6. Slamet warga Grabag, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 125 juta.
7. Attabik Dwi warga Borbudur, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 200 juta.
8. Fajar warga Temanggung mengalami kerugian Rp 220 juta.
9. Agus Darmanto warga Jl Ahmad Yani, Baledono, Kabupaten Purworejo mengalami kerugian Rp 175 juta.
LIBASS - Geliat bursa transfer di musim panas mendekati batas akhir penutupan. Hingga daftar ini diturunkan, sudah ratusan jutaan euro uang yang berputar di pasar transfer Eropa dan dunia sejauh ini. Pesona Gareth Bale sebagai pemain termahal di dunia rupanya memiloiki daya tarik yang luar biasa. Bale yang baru saja resmi bergabung dengan Real Madrid dengan bandrol mencapai 100 juta euro.
Edinson Cavani sudah memastikan pindah dari Napoli ke Paris St Germain, disusul transfer Falcao ke AS Monaco dari Atletico Madrid dan Neymar dari Santos ke Barcelona.
Di bawah ini, “LIBASS” merilis daftar terbaru pemain yang sudah berganti klub dengan kesepakatan transfer, yang bisa dibilang luaar biasa Fantastis!!!
Edinson Cavani sudah memastikan pindah dari Napoli ke Paris St Germain, disusul transfer Falcao ke AS Monaco dari Atletico Madrid dan Neymar dari Santos ke Barcelona.
Di bawah ini, “LIBASS” merilis daftar terbaru pemain yang sudah berganti klub dengan kesepakatan transfer, yang bisa dibilang luaar biasa Fantastis!!!
1.Gareth Bale.
Usia: 24 Tahun Posisi: Sayap Negara: Wales Klub Asal: Tottenham Hotspur Klub Sekarang: Real Madrid Nilai Transfer: 100.000.000 euro | Setelah melalui proses berpekan-pekan, akhirnya Bale diperkenalkan sebagai pemain termahal sepanjang sejarah sepakbola kepada publik Santiago Bernabeu, Senin (2/9). Bagi Bale kepindahan ini tak ubahnya "impian yang terwujud". Harus ditunggu apakah banderol tinggi menjadi beban saat di atas lapangan hijau kelak. |
2.Edison Cavani.
Usia: 26 Tahun Posisi: Penyerang Negara: Uruguay Klub Asal: Napoli Klub Sekarang: Paris St Germain Nilai Transfer: 64.500.000 euro | Saga transfer Cavani berakhir pekan ini dengan yang bersangkutan resmi hijrah ke PSG. Klub Prancis itu juga telah mengikatnya dengan kontrak berdurasi empat musim. Bersama Zlatan Ibrahimovic dan Ezequiel Lavezzi, Cavani diharapkan bisa menambah pundi-pundi gol PSG dan membawa tim ke tangga juara mulai musim depan. |
3.Radamel Falcao.
Usia: 27 Tahun Posisi: Penyerang Negara: Kolombia Klub Asal: Atletico Madrid Klub Sekarang: Monaco Nilai Transfer: 60.000.000 euro | Tak butuh waktu bertele-tele bagi Monaco mendatangkan Radamel Falcao. Hanya dalam rentang waktu sepekan, kesepakatan sudah terealisasi. Musim depan, salah satu topskor La Liga Spanyol di musim lalu itu pun akan resmi menguji peruntungannya di Ligue 1 Prancis. |
4.Neymar.
Usia: 21 Tahun Posisi: Penyerang Negara: Brasil Klub Asal: Santos Klub Sekarang: Barcelona Nilai transfer: 57.000.000 euro 5.Mesut Ozil.
7.Fernandinho.
9.Mario Gotze.
| Sempat terkendala, namun akhirnya transfer Neymar ke Barcelona bisa dituntaskan pada awal Juni. Timnas Brasil bahkan memberikan libur khusus kepada Neymar untuk menuntaskan proses transfernya ke Barcelona dan kini, yang bersangkutan tampil atraktif bersama timnas Brasil di Piala Konfederasi 2013, seakan ingin membuktikan bahwa Barcelona telah membuat keputusan tepat memboyongnya. 6.James Rodriguez.
8.Willian.
10.Gonzalo Higuain.
|
![]() |
| Ahmad Dhani |
LIBASS - Kecelakaan di Tol Jagorawi Minggu (8/9) lalu yang melibatkan putra bungsu musisi Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qadir Jaelani alias Dul tidak bisa dilepaskan dari peran orangtua. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bakal mengupayakan restorative justice bagi kasus tersebut, mengingat Dul masih tergolong anak-anak.
Pedoman penanganan ABH telah diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) yang ditandatangani Ketua MA, Jaksa Agung, Kapolri, Menkum HAM, Mensos, dan Meneg PP dan PA. dalam SKB tersebut, diatur bagaimana menangani ABH, termasuk bagaimana cara menyidik. Aturan lain juga ada dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Aturan-aturan tersebut juga mewajibkan adanya upaya restoratif dan diversi (perdamaian) dalam penyelesaian kasus pidana yang melibatkan anak. Jika dipaksakan untuk pemidanaan, apalagi dipenjara di LP, akan memberi dampak buruk terhadap anak. ”Bukan tidak mungkin, di dalam penjara (meski penjara khusus anak) dia mengalami penyiksaan oleh sesama narapidana,” lanjutnya.
Menurut dia, kasus yang dihadapi oleh Dul ini lebih merupakan dampak dari kondisi rumah tangga kedua orangtuanya. Perceraian membuat mental sang anak terganggu, sehingga dia mulai memberontak dan melakukan hal-hal berbahaya seperti kelayapan.
Sementara itu, polisi akhirnya memeriksa Ahmad Dhani terkait kecelakaan tersebut. Dhani datang ke Ditlantas Polda Metro Jaya Rabu malam sekitar pukul 21.45. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar satu setengah jam, Dhani diperbolehkan pulang.
“Pemeriksaann ya soal kepemilikan mobil. STNK memang atas nama saya. Serta apakah saya mengetahui Dul nyetir mobil, Saya jawab tidak tahu”. kata Dhani saat ditemui usai pemeriksaan.
Dia menjelaskan tidak pernah memberikan izin kepada Dul untuk mengendarai mobil sendiri. “Saya orangtua normal. Tidak mungkin saya mengizinkan anak di bawah umur mengendarai mobil,” ujarnya.
Memang benar bahwa ketiga anak saya masing-masing memang memiliki mobil sendiri. Namun, kata Dhani, dia menyediakan sopir pribadi untuk ketiga anaknya. “Untuk Al ada mobil BMW, El ada Jaguar, dan Dul ada bekasnya Al yaitu Lancer,” tutur Dhani.
Dhani juga menyatakan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa putranya tersebut. “Saya sudah katakan itu berkali-kali bahwa saya siap untuk bertanggung jawab,” pungkasnya.
Saat ditanya soal izin pihak kepolisian atas rencana membawa Dul berobat ke Singapura, Dhani mengatakan bahwa dirinya belum menerima keterangan dari kepolisian. “Kalau misal anak saya dianggap kabur kan sudah pasti dikeluarkan surat pencekalan, tapi tidak ada surat itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasubbidgakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono mengatakan bahwa pihaknya belum menerima permohonan dari pihak Dhani terkait rencana Dhani untuk membawa Dul berobat ke Singapura. “Belum ada permohonan yang masuk ke kami soal itu,” kata Hindarsono.
Untuk pemeriksaan selanjutnya, dia mengatakan bahwa dalam dua hari ke depan pihaknya akan memanggil Maia Estianti untuk diperiksa. “Tunggu dua hari lagi,” ujarnya singkat.
Dul mengalami kecelakaan di KM 8.200 Tol Jagorawi usai mengantar kekasihnya menggunakan mobil Mitsubishi Lancer. Dalam kecelakaan tersebut, enam orang tewas, enam luka berat, dan tiga lainnya luka ringan. Hingga saat ini, Dul yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih menjalani perawatan untuk luka-luka yang dideritanya akibat kecelakaan tersebut.(Rml)
![]() |
| Welin Kusuma |
Atas pencapaiannya, meraih 19 gelar hanya dalam waktu 13 tahun, Welin masuk pemberitaan Weird Asia News. Foto dan kisahnya dalam mendapat gelar pendidikan dan profesi tersebut dipampang dalam berita media Asia tersebut edisi 19 Juli 2013.
19 Gelar yang didapatnya itu terdiri dari 8 gelar sarjana (S1), 3 gelar master (S2), dan 8 gelar pelatihan profesional. Bila namanya ditulis beserta gelarnya menjadi: Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP.
Welin mengaku kesulitan untuk menulis nama beserta gelarnya. Tapi ia bangga bisa menorehkan namanya bersama gelar-gelar tersebut meski memakan panjang tulisan hingga 2 baris.
Banyak orang yang heran dan tidak percaya bagaimana Welin bisa mendapatkan gelar itu dalam waktu singkat. Pada usia 33 tahun, Welin sudah memiliki 19 gelar.
Sejatinya untuk mendapat gelar S1 butuh waktu minimal 4 tahun, S2 minimal butuh waktu 2 tahun. Tapi Welin bisa mendapatkan 19 gelar dalam waktu 13 tahun.
Kelas Paralel
Lalu bagaimana caranya Welin mendapatkan semua itu? Jawabannya adalah kelas paralel. Pria kelahiran 8 Maret 1981 ini mengambil kuliah di beberapa universitas sekaligus.
Belajar dari satu kampus ke kampus lain setiap harinya. Sangat sulit memang. Apalagi saat banyak jadwal mata kuliahnya bentrok dengan kampus lainnya.
Bahkan akibat jadwal tumpang tindihnya itu, ia ditegur pihak kampus untuk mengambil waktu kuliah lebih lama dari biasanya.
Namun Welin tak patah arang. Ia tetap bersemangat dan menjalani semuanya demi menggapai mimpinya: menjadi seorang konsultan dengan banyak perspektif ilmu.
"Gelar profesional beragam. Ada yang berhubungan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan," ungkap Welin.
Meski demikian, pria ini lebih fokus pada bidang manajemen, di samping belajar hukum dan bidang ilmu lainnya demi membantu kliennya mendapatkan informasi lengkap.
Biaya Sendiri
Welin patut diacungi jempol. Pria tangguh ini tak membebani orangtua untuk mewujudkan impiannya. Ia membiayai seluruh pendidikannya sendiri sejak 2004.
Saat ini, Welin bekerja sebagai konsultan pajak lewat gelar BKP-nya walau sebenarnya juga mumpuni pada pekerjaan lapangan bidang sistem informasi.
Berikut daftar lengkap pendidikan yang pernah ditempuh Welin, seperti dimuat blog pribadi Welin, Welinkusuma.blogspot.com.
Gelar pendidikan meliputi:
1. Lulusan SMAN 1 Kendari
2. Sarjana Manajemen Ekonomi (S.E.) besar di STIE Urip Sumoharjo, 2001
3. Sarjana Teknik (S.T.) Universitas Surabaya (Ubaya), 2004
4. Sarjana Hukum (S.H.) Universitas Airlangga 2002
5. Sarjana Administrasi Publik (S.Sos.) Universitas Terbuka (UT) Surabaya, 2002
5. Sarjana Teknik Informatika (S.Kom.) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), 2002
6. Sastra Inggris (S.S.) Universitas Kristen Petra, 2003
7. Sarjana Administrasi Publik (S.AP.)
8. Sarjana Statistik (S.Stat.)
9. Magister Teknik Industri (M.T.) Insitut Teknologi Surabaya (ITS), 2004
10. Master Ilmu Manajemen (M.S.M.) Universitas Airlangga (Unair)
11. Magister Notaris (M.Kn.) Universitas Airlangga (Unair)
Gelar Profesional meliputi:
1. Perencana Keuangan Terdaftar, Indonesia (RFP-I)
2. Pengembang Merek Profesional Bersertifikat(CPBD)
3. Manajemen Produk Profesional Bersertifikat(CPPM)
4. Perencana Keuangan Bersertifikat (CFP)
5. Afiliasi manajer kekayaan (AffWM)
6. Konsultan Perpajakan Bersertifikat (BKP)
7. Perencana Keuangan Berkualitas (QWP)
8. Sumber Daya Manusia Profesional Bersertifikat (CPHR)















