Rieke Diah Pitaloka Permatasari (Oneng)
Nama Lengkap : Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari
Alias : Rieke Diah Pitaloka | Rieke | Oneng
Profesi : Politisi
Agama : Islam
Tempat Lahir : Garut, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Rabu, 8 Januari 1947
Zodiac : Capricorn
Hobby : Membaca | Diskusi | Olahraga
Warga Negara : Indonesia

Suami : 
Donny Gahral Adian
Anak : 
Sagara Kawani Adiansyah

BIOGRAFI

LIBASS - Rieke Diah Pitaloka Intan Permatasari lahir di Garut, Jawa Barat pada 8 Januari 1974. Ia mengawali karirnya sebagai aktris sinetron. Dari sekian banyak sinetron yang pernah dibintanginya, sitkom Bajaj Bajurilah yang paling mengorbitkan namanya. Dalam sinetron komedi yang tayang di Trans TV itu, ia beradu akting dengan komedian Mat Solar yang berperan sebagai seorang supir bajaj bernama Bajuri.

Di sinetron bersutradara Aris Nugraha itu, Rieke berperan sebagai Oneng, istri Bajuri, yang berkarakter polos bahkan terkesan blo’on. Peran yang kerap mengundang tawa itu akhirnya berhasil memancing kekaguman pemirsa atas aktingnya. Penghargaan dari Forum Film Bandung 2003 sebagai Aktris Wanita Terpuji pun berhasil disabet Rieke.

Selain sinetron, Rieke juga menjajal dunia teater. Di samping untuk terus menggali potensinya dalam berakting, ia juga ingin melepaskan imej Oneng yang selama bertahun-tahun melekat padanya. Meski terbilang sukses, nampaknya peran tersebut lama kelamaan membuatnya jengah. "Aku ingin image Oneng yang o’on hilang dari diriku makanya lewat pementasan ini aku akan coba mengikis image tersebut sedikit demi sedikit," ungkapnya pada acara jumpa pers pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' yang digelar di pertengahan Juni 2007.

Setelah dunia seni peran, jebolan Sastra Belanda Universitas Indonesia ini mulai merambah dunia politik. Ketertarikan Rieke pada politik tak main-main atau hanya sekadar latah mengekor jejak rekan seprofesinya yang lebih dulu berkecimpung sebagai politikus.

Rieke mengaku, selama aktif dalam bidang politik, ia sering mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan lantaran terlalu vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Ancaman pun kerap ia dapatkan dari oknum-oknum yang berseberangan pemikiran dengannya. Tapi hal itu tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat.

Keseriusan dan komitmennya dibuktikan dengan berbagai jabatan yang pernah diamanatkan padanya. Rieke pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar.
Belakangan ia mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk kemudian bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri. Partai berlogo banteng itulah yang kemudian mendukung pencalonannya sebagai caleg pada Pileg tahun 2009. Berbekal popularitasnya sebagai selebriti, Rieke yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat II berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Dalam melakukan tugas sebagai anggota dewan, perlu ditopang oleh kemampuan intelektualitas. Selain kritis, ia juga figur yang amat mementingkan pendidikan. Di tengah puncak karirnya, Rieke tetap berusaha menimba ilmu. Setelah berhasil meraih gelar sarjana di bidang filsafat dan sastra, perempuan yang kerap disapa Keke ini meneruskan studinya ke jenjang S-2 jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI).

Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara sudah dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat terbitan Galang Press. Peluncuran buku tersebut dilakukan pada 19 Oktober 2004 bertempat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki 

Di sela-sela padatnya aktivitas, Rieke juga aktif menulis. Selain tentang politik, politikus yang vokal memperjuangkan nasib kaum hawa ini juga gemar merangkai kata menjadi sebuah puisi indah. Pada Desember 2001, ia mempublikasikan kumpulan puisi-puisinya dalam sebuah buku berjudul Renungan Kloset untuk pertama kali. Dua tahun kemudian, April 2003, Rieke meluncurkan ’sekuel’ buku kumpulan puisi Renungan Kloset yang diberi tajuk Dari Cengkeh sampai Utrecht. Selanjutnya, Rieke kembali meluncurkan karyanya, masih berbentuk kumpulan puisi yang kali ini diberi judul UPS! pada Desember 2005.

Selain rajin menelurkan karya tulisnya dalam bentuk buku, bintang iklan sebuah merk minuman kesehatan ini juga mendirikan Yayasan Pitaloka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

Di samping soal popularitasnya sebagai aktris yang kemudian terjun sebagai politikus, kehidupan pribadi Rieke pun tak luput dari sorotan media. Rieke mengakhiri masa lajangnya setelah menerima pinangan seorang dosen filsafat Universitas Indonesia bernama Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat.
Rieke yang menikah di usia kepala 3 ini amat mendamba hadirnya momongan sebagai penerus keturunannya. Setelah menanti cukup lama serta mengalami dua kali keguguran, ia melahirkan bayi pertamanya pada 11 Maret 2009 pukul 15.20 WIB di Rumah Sakit Boromeus Bandung. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,9 kg dan panjang 51 cm itu diberi nama Sagara Kawani Adiansyah, yang dalam bahasa Sunda berarti lautan keberanian.
Kini, Rieke dan Teten Masduki mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Barat dalam pilkada Jabar.
PENDIDIKAN
·         Program Pasca Sarjana Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI), 2001-2004.
·         Fakultas Sastra Jurusan Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI), 1994-2000.
·         SMU Negeri 1, Garut, 1990-1993.
·         SMP Negeri 2, Garut, 1987-1990.
·         SD Yos Sudarso, Garut, 1981-1987.
Non Formal:
·         Kursus Filsafat di Extention Course Programme Driyakara School of Philosophy Jakarta, 2000.
·         Kursus Bahasa Inggris di The British Institue Jakarta, 2000.
KARIR
·         Anggota DPR RI Periode 2009-2014
·         Aktris
·         Pendiri Yayasan Pitaloka
Organisasi:
·         Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP PDI Perjuangan, 2008-sekarang.
·         Star Fellow of Greenpeace Jakarta, 2006-sekarang.
·         Ketua Yayasan Pitaloka, 2006-sekarang.
·         Gerakan Mahasiswa UI (Aliansi Pro Demokrasi Anti Militerisme), 1998.



LIBASS - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja menilai kinerja kepolisian masih jauh dari harapan. Adnan mengatakan, jika polisi mau serius berubah maka kerjaan lembaga seperti Komnas HAM, KPK hingga Kompolnas tak akan menumpuk.


"Saya berharap Polri, karena lembaga pengawasan enggak begitu berfungsi di parlemen, maka semua tergantung Polri. Kalau Polri mau serius berubah, mungkin KPK enggak banyak kerjaan lagi. 

Makanya tadi semua sepakat, KPK, Kompolnas, Komnas HAM, kalau Polrinya bener, kita-kita enggak ada kerjaan," kata Adnan dalam Rapat Evaluasi Kinerja Polri di Kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Jakarta Selatan, Senin (30/9).


Adnan mengatakan, KPK dibentuk karena kinerja kepolisian tak efektif dalam perkara korupsi. "Ya iya lah, makanya KPK dibentuk. Mungkin KPK tinggal mengurus pencegahan. Dari mana-mana KPK tetap ada. Pokoknya kalau Polri bener, semua kembali pada polri," ujarnya.


Menurut Adnan, KPK selama ini tidak puas dengan masalah pelimpahan kasus-kasus ke Polri. Namun Adnan juga mengakui, karena sampai saat ini KPK juga juga masih kekurangan personel. "Secara overall tentu saja enggak puas, tapi sebaliknya ketika dikembalikan ke KPK, personel kita juga kurang. Jadi persoalannya memang agak kompleks," paparnya.


"Misal, (Surat Perintah Dimulai Penyidikan) SPDP, itu surat pemberitahuan dimulainya penyidikan, tapi yang dikirimkan itu pas udah mau selesai. Belum lagi beberapa kasus yang ditangani dua, kalau sudah begitu kita evaluasi, pemain tikungan juga banyak," imbuh Adnan.








Abraham Samad dengan Hadi Poernomo

LIBASS - Potensi korupsi di beberapa instansi kementerian dan lembaga, serta di pemerintah daerah cukup tinggi. Potensi penyimpangan dan penyelewengan anggaran bisa terlihat dari laporan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang setiap tahun selalu diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penyelewengan anggaran dan potensi korupsi tidak serta merta hilang meskipun masing-masing lembaga negara meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penilaian itu bukan predikat atau stempel bebas korupsi.
"WTP belum menjamin tidak ada korupsi," ujar Hadi usai pencanangan pembentukan zona integritas bebas korupsi di lingkungan lembaga negara di Jakarta, Senin (30/9).
Hadi mengakui, kultur birokrasi di Indonesia saat ini sangat sulit diubah. Sehingga, perlu ada penataan agar birokrasi Indonesia tidak lagi membuka ruang sekaligus peluang melakukan tindak korupsi.
"Birokrasi kita masih perlu diperbaiki. Kita susah buat perubahan. Kita ingin ada penataan," kata Hadi Poernomo.
Hal itu diamini oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Bahkan, menurut dia, ada indikasi pada beberapa pemerintah daerah yang memanfaatkan WTP agar tidak dapat diperiksa oleh penegak hukum.
"Ada gejala daerah memanfaatkan WTP. Ini untuk mendeclair kalau provinsi bebas dari korupsi," ungkap Abraham Samad.
Selanjutnya, menurut Abraham, alasan WTP tidak menjadi jaminan bebas korupsi adalah karena ditetapkan melalui mekanisme sampling. "Walaupun WTP, tidak menjamin daerah tidak korupsi karena sampling. WTP bukan jaminan bagi pemda yang bersangkutan bebas korupsi," terang dia.
Lebih lanjut, Abraham meminta agar BPK mengubah metode penetapan WTP tidak lagi menggunakan sampling. "Ke depannya, BPK dapat menggunakan sistem populasi dalam menetapkan WTP," pungkasnya.

Kapolres Magelang AKBP Tommy Aria D

LIBASS - Petugas Polisi Resort Megelang masih memburu Anom Djatmiko, pria yang mengaku dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menjadi otak pelaku penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Anom berhasil menipu 9 korban hingga meraup uang Rp 1,7 miliar.
                                                                           
Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria D menjelaskan kemungkinan besar kerugian akan terus bertambah. Sebab, sampai saat ini diduga masih ada korban-korban lain yang belum berani melaporkan ke polisi.

"Kami berharap jika ada yang merasa menjadi korban penipuan percaloan CPNS ini untuk segera melapor karena untuk melengkapi dan menambah keterangan dari proses penyelidikan dan penyidikan kami," kata Tommy di Magelang, Senin (30/9).

Tommy mengatakan pihaknya baru meminta keterangan korban atas nama Slamet Ashadi (25), warga Desa Goak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Tommy menjelaskan, dua tersangka yang sudah diamankan, Taufik dan Bripka Yuli sempat mengembalikan uang kepada tiga korban senilai Rp 250 juta.

"Tersangka Bripka Yuli sempat mengembalikan uang korban bernama Agus Unggul sebesar Rp 55 juta, korban Slamet sebesar Rp 25 juta dan korban Lilik Rp 70 juta pada bulan Juni. Namun kedua tersangka setelah didesak korban lainnya, tidak dapat mengembalikan. Akhirnya kasus ini dilaporkan ke kami," jelasnya.

Menurut Tommy, transaksi uang yang dilakukan tersangka dan korban secara tunai membuat polisi kesulitan melacak uang tersebut. "Pembayarannya cash and carry (tunai) ini menghindari dari pelacakan. Mereka diberi bukti kwitansi yang ditandatangani oleh korban dan Anom yang kini masih dalam pengejaran," ujar dia.

9 nama korban penipuan Anom :

1. Lilik Rocmhmatullah warga Tegalrejo, Magelang mengalami kerugian Rp 190 juta.
2. I Made Sudira warga Perum PGRI Japunan, Kota Magelang mengalami kerugian Rp 205 juta.
3. Ony warga Kajoran, Kab Magelang mengalami kerugian Rp 190 juta.
4. Eko Sutrisno warga Kajoran, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 220 juta.
5. Agus Unggul Seto warga Secang, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 94 juta.
6. Slamet warga Grabag, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 125 juta.
7. Attabik Dwi warga Borbudur, Kabupaten Magelang mengalami kerugian Rp 200 juta.
8. Fajar warga Temanggung mengalami kerugian Rp 220 juta.
9. Agus Darmanto warga Jl Ahmad Yani, Baledono, Kabupaten Purworejo mengalami kerugian Rp 175 juta.

LIBASS - Geliat bursa transfer di musim panas mendekati batas akhir penutupan. Hingga daftar ini diturunkan, sudah ratusan jutaan euro uang yang berputar di pasar transfer Eropa dan dunia sejauh ini. Pesona Gareth Bale sebagai pemain termahal di dunia rupanya memiloiki daya tarik yang luar biasa. Bale yang baru saja resmi bergabung dengan Real Madrid dengan bandrol mencapai 100 juta euro.
 Edinson Cavani sudah memastikan pindah dari Napoli ke Paris St Germain, disusul transfer Falcao ke AS Monaco dari Atletico Madrid dan Neymar dari Santos ke Barcelona.

Di bawah ini, “LIBASS” merilis daftar terbaru pemain yang sudah berganti klub dengan kesepakatan transfer, yang bisa dibilang luaar biasa Fantastis!!!
1.Gareth Bale.


Usia: 24 Tahun
Posisi: Sayap
Negara: Wales
Klub Asal: Tottenham Hotspur
Klub Sekarang: Real Madrid
Nilai Transfer: 100.000.000 euro
Setelah melalui proses berpekan-pekan, akhirnya Bale diperkenalkan sebagai pemain termahal sepanjang sejarah sepakbola kepada publik Santiago Bernabeu, Senin (2/9). Bagi Bale kepindahan ini tak ubahnya "impian yang terwujud". Harus ditunggu apakah banderol tinggi menjadi beban saat di atas lapangan hijau kelak.
 2.Edison Cavani.

Usia: 26 Tahun
Posisi: Penyerang
Negara: Uruguay
Klub Asal: Napoli
Klub Sekarang: Paris St Germain
Nilai Transfer: 64.500.000 euro
Saga transfer Cavani berakhir pekan ini dengan yang bersangkutan resmi hijrah ke PSG. Klub Prancis itu juga telah mengikatnya dengan kontrak berdurasi empat musim. Bersama Zlatan Ibrahimovic dan Ezequiel Lavezzi, Cavani diharapkan bisa menambah pundi-pundi gol PSG dan membawa tim ke tangga juara mulai musim depan.
 3.Radamel Falcao.

Usia: 27 Tahun
Posisi: Penyerang
Negara: Kolombia
Klub Asal: Atletico Madrid
Klub Sekarang: Monaco
Nilai Transfer: 60.000.000 euro
Tak butuh waktu bertele-tele bagi Monaco mendatangkan Radamel Falcao. Hanya dalam rentang waktu sepekan, kesepakatan sudah terealisasi. Musim depan, salah satu topskor La Liga Spanyol di musim lalu itu pun akan resmi menguji peruntungannya di Ligue 1 Prancis.

4.Neymar.

Usia: 21 Tahun
Posisi: Penyerang
Negara: Brasil
Klub Asal: Santos
Klub Sekarang: Barcelona
Nilai transfer: 57.000.000 euro




5.Mesut Ozil.

Usia: 24 Tahun
Posisi: Gelandang serang
Negara: Jerman
Klub asal: Real Madrid
Klub Sekarang: Arsenal
Nilai transfer: 50.000.000
Akhirnya Arsenal mau mendengar kritik fans agar mendatangkan pemain berkualitas dengan membungkus kesepakatan transfer Ozil persis di hari penutupan bursa transfer musim panas. Ozil menyepakati kontrak berdurasi lima tahun dan menilai ambisi besar klub mendorongnya untuk menerima tawaran bergabung dari Arsene Wenger.

7.Fernandinho.

Usia: 28 Tahun
Posisi: Gelandang
Negara: Brasil
Klub Asal: Shakhtar Donetsk
Klub Sekarang: Manchester City
Nilai Transfer: 40.000.000 euro
Penampilan impresif di Liga Champions dalam dua musim terakhir yang membuat Manchester City kepincut untuk memboyong Fernandinho. Keputusan untuk merekrutnya pun diambil, meski pada saat itu posisi pelatih sedang lowong. Bagaimana pun juga, Manuel Pellegrini tetap menyambut positif bergabungnya pemain 28 tahun itu.
 9.Mario Gotze.

Usia: 21 Tahun
Posisi: Gelandang serang
Negara: Jerman
Klub asal: Borussia Dortmund
Klub sekarang: Bayern Munich
Nilai transfer: 37.000.000 euro
Proses transfer dilakukan Bayern Munich sebelum kompetisi berakhir. Bahkan kepastian transfer Gotze diumumkan jelang duel keduanya di final Liga Champions musim lalu. Meski dianggap telah merusak konsentrasi lawan dengan momen pengumuman transfer, Bayern tetap dikatakan sukses besar karena sudah berhasil mendatangkan pemain masa depan Jerman.
Sempat terkendala, namun akhirnya transfer Neymar ke Barcelona bisa dituntaskan pada awal Juni. Timnas Brasil bahkan memberikan libur khusus kepada Neymar untuk menuntaskan proses transfernya ke Barcelona dan kini, yang bersangkutan tampil atraktif bersama timnas Brasil di Piala Konfederasi 2013, seakan ingin membuktikan bahwa Barcelona telah membuat keputusan tepat memboyongnya.

6.James Rodriguez.

Usia: 21 Tahun
Posisi: Sayap
Negara: Kolombia
Klub asal: Porto
Klub Sekarang: Monaco
Nilai transfer: 45.000.000
Setelah memastikan Radamel Falcao bergabung, Monaco kembali bergerak cepat untuk mendatangkan James Rodriguez dari Porto. Bahkan bisa dikatakan kepastian transfer pemain 21 tahun itu kurang lebih sama dengan kompatriotnya. Monaco sudah menunjukkan tekad untuk bisa kompetitif di musim depan dengan bergabungnya dua pemain ini.

8.Willian.

Usia: 25 Tahun
Posisi: Sayap kiri
Negara: Brasil
Klub asal: Anzhi Makhachkala
Klub sekarang: Chelsea
Nilai transfer: 38.000.000 euro
Sudah ada kesepakatan personal dicapai antara Chelsea dan Anzhi Makhachkala, meski kesepakatan transfer di atas kertas belum resmi tercapai. Namun Willian sudah bisa dipastikan akan hijrah ke Chelsea dengan kontrak yang siap ditandatangani dalam waktu dekat. Apa pun itu, Chelsea kembali mendapatkan pemain berkualitas.

10.Gonzalo Higuain.

Usia: 25 tahun
Posisi: Striker
Negara: Argentina
Klub asal: Real Madrid
Klub sekarang: Napoli
Nilai transfer: 37.000.000 euro
Datang bergabung ke Napoli akhir pekan lalu, Higuain langsung dipuji dapat menyamai jejak karier Diego Maradona. Higuain agaknya menjadi ujung tombak tim Napoli yang baru musim 2013/14. Bersama pelatih kawakan Rafael Benitez, kini Napoli menjadi salah satu kekuatan utama di Serie A Italia.


Ahmad Dhani
LIBASS - Kecelakaan di Tol Ja­go­rawi Minggu (8/9) lalu yang meli­bat­­kan putra bungsu musisi Ahmad Dha­ni, Ah­­mad Abdul Qadir Jaelani alias Dul ti­dak bisa dilepaskan dari peran orang­tua. Ko­misi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bakal men­g­upa­ya­kan res­torative justice bagi kasus ter­sebut, me­ngingat Dul masih tergolong anak-anak.

 Saat ini, KPAI mengadakan pendam­pi­ngan dalam proses penyidikan kec­e­lakaan yang merenggut enam nyawa itu. Dul diistilahkan dengan anak ber­hada­pan dengan hukum (ABH). “Kami berko­or­­dinasi dengan penyidik untuk me­mas­tikan penyidikan berjalan sesuai koridor yang ada,” ujar anggota KPAI M Ikhsan di Jakarta kemarin.

 Pedoman penanganan ABH telah di­atur dalam surat keputusan bersama (SKB) yang ditandatangani Ketua MA, Jak­sa Agung, Kapolri, Menkum HAM, Men­sos, dan Meneg PP dan PA. dalam SKB tersebut, diatur bagaimana mena­ngani ABH, termasuk bagaimana cara menyidik. Aturan lain juga ada dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

 Aturan-aturan tersebut juga mew­a­jib­kan adanya upaya restoratif dan di­versi (per­­damaian) dalam penyelesaian ka­sus pi­da­na yang melibatkan anak. Jika di­pak­sa­kan untuk pemidanaan, apalagi di­­pen­jara di LP, akan memberi dampak bu­ruk ter­hadap anak. ”Bukan tidak mung­kin, di da­lam penjara (meski penjara khu­sus anak) dia mengalami penyiksaan oleh sesama na­ra­pidana,” lanjutnya.

Menurut dia, kasus yang di­ha­dapi oleh Dul ini lebih me­ru­pa­kan dampak dari kondisi ru­mah tangga kedua orang­tua­nya. Per­ceraian membuat men­tal sang anak terganggu, se­hingga dia mulai mem­berontak dan melakukan hal-hal berbahaya seperti kelayapan.

 Sanksi bagi orangtua pun su­d­ah jelas, salah satunya penca­bu­tan hak asuh jika terbuk­ti mem­buat hidup anak menjadi tidak nya­man. Belum lagi se­jum­lah sank­si pidana ter­hadap per­bua­tan yang bisa mem­baha­ya­kan anak. “Kuncinya ada di pe­nyi­dik. Pe­nyidik mengurusi per­so­alan pi­dananya (terhadap orang­­­tua), se­dangkan soal pe­nga­­­suhan di­tangani penga­di­lan,” tam­bahnya.

Sementara itu, polisi akhir­nya memeriksa Ahmad Dhani ter­­kait kecelakaan tersebut. Dha­ni datang ke Ditlantas Polda Me­tro Jaya Rabu malam se­kitar pukul 21.45. Setelah men­jalani pemeriksaan sekitar satu se­tengah jam, Dhani diper­bo­leh­kan pulang.

 Dhani mengatakan bahwa pe­meriksaan yang dijalaninya m­a­lam itu seputar kepemilikan ken­­daraan serta perannya seba­gai orangtua Dul. Dia meng­un­g­k­ap­­kan, selama peme­riksaan di Dit­­lantas Polda Metro Jaya, diri­nya mendapat 18 pertanyaan dari penyidik.

 “Pemeriksaann ya soal kepe­mi­likan mobil. STNK memang atas nama saya. Serta apakah sa­ya mengetahui Dul nyetir mo­bil, Saya jawab tidak tahu”. ka­ta Dha­ni saat ditemui usai pe­me­rik­saan.

Dia menjelaskan tidak per­nah memberikan izin kepada Dul untuk mengendarai mobil sen­diri. “Saya orangtua normal. Ti­dak mungkin saya mengi­zin­kan anak di bawah umur men­gen­darai mobil,” ujarnya.

Dhani menambahkan, sebe­lum terjadi kecelakaan, putra bung­sunya tersebut dari Cibu­­bur bersama seorang rekan­nya, Nau­val. “Saya tidak tahu Dul mem­bawa mobil. Saya rasa dia tidak berani minta izin kepada saya. Ibunya juga tidak tahu,” jelasnya.


Memang benar bahwa ketiga ana­k­ saya masing-masing me­mang memiliki mobil sendiri. Na­mun, kata Dhani, dia me­nyediakan sopir pribadi untuk ke­tiga anak­nya. “Untuk Al ada mo­bil BMW, El ada Jaguar, dan Dul ada bekas­nya Al yaitu Lan­cer,” tutur Dhani.

 Dhani juga menyatakan bah­wa dirinya siap bertanggung ja­wab atas kejadian yang menim­pa putranya tersebut. “Saya su­dah katakan itu berkali-kali bah­­wa saya siap untuk ber­tang­gung jawab,” pungkasnya.
 Saat ditanya soal izin pihak ke­polisian atas rencana mem­ba­wa Dul berobat ke Singapura, Dha­ni mengatakan bahwa diri­nya belum menerima ketera­ngan dari kepolisian. “Kalau mi­sal anak saya dianggap kabur kan sudah pasti dikeluarkan su­rat pencekalan, tapi tidak ada su­r­at itu,” imbuhnya.

 Sementara itu, Kasub­bid­gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono meng­a­ta­kan bahwa pihaknya belum me­nerima permohonan dari pi­hak Dhani terkait rencana Dhani untuk membawa Dul berobat ke Si­ngapura. “Belum ada per­mo­honan yang masuk ke kami soal itu,” kata Hindarsono.

 Untuk pemeriksaan selan­jutnya, dia mengatakan bahwa da­lam dua hari ke depan pi­hak­­nya akan memanggil Maia Es­tianti untuk diperiksa. “Tung­­gu dua hari lagi,” ujarnya singkat.


Dul mengalami kecelakaan di KM 8.200 Tol Jagorawi usai me­ngantar kekasihnya meng­gu­n­akan mobil Mitsubishi Lan­cer. Dalam kecelakaan tersebut, enam orang tewas, enam luka be­rat, dan tiga lainnya luka ringan. Hingga saat ini, Dul yang telah ditetapkan sebagai tersang­ka masih menja­lani perawatan untuk luka-luka yang diderit­a­nya akibat kecelak­a­an tersebut.(Rml)
Welin Kusuma
LIBASS - Indonesia boleh jadi berbangga, sebab ada putra tanah air asal Makassar Welin Kusuma namanya yang menjadi sorotan media internasional atas prestasi yang diukirnya.

Atas pencapaiannya, meraih 19 gelar hanya dalam waktu 13 tahun, Welin masuk pemberitaan Weird Asia News. Foto dan kisahnya dalam mendapat gelar pendidikan dan profesi tersebut dipampang dalam berita media Asia tersebut edisi 19 Juli 2013.

19 Gelar yang didapatnya itu terdiri dari 8 gelar sarjana (S1), 3 gelar master (S2), dan 8 gelar pelatihan profesional. Bila namanya ditulis beserta gelarnya menjadi: Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP.

Welin mengaku kesulitan untuk menulis nama beserta gelarnya. Tapi ia bangga bisa menorehkan namanya bersama gelar-gelar tersebut meski memakan panjang tulisan hingga 2 baris.

Banyak orang yang heran dan tidak percaya bagaimana Welin bisa mendapatkan gelar itu dalam waktu singkat. Pada usia 33 tahun, Welin sudah memiliki 19 gelar.

Sejatinya untuk mendapat gelar S1 butuh waktu minimal 4 tahun, S2 minimal butuh waktu 2 tahun. Tapi Welin bisa mendapatkan 19 gelar dalam waktu 13 tahun.

Kelas Paralel
Lalu bagaimana caranya Welin mendapatkan semua itu? Jawabannya adalah kelas paralel. Pria kelahiran 8 Maret 1981 ini mengambil kuliah di beberapa universitas sekaligus.

Belajar dari satu kampus ke kampus lain setiap harinya. Sangat sulit memang. Apalagi saat banyak jadwal mata kuliahnya bentrok dengan kampus lainnya.

Bahkan akibat jadwal tumpang tindihnya itu, ia ditegur pihak kampus untuk mengambil waktu kuliah lebih lama dari biasanya.

Namun Welin tak patah arang. Ia tetap bersemangat dan menjalani semuanya demi menggapai mimpinya: menjadi seorang konsultan dengan banyak perspektif ilmu.

"Gelar profesional beragam. Ada yang berhubungan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan," ungkap Welin.

Meski demikian, pria ini lebih fokus pada bidang manajemen, di samping belajar hukum dan bidang ilmu lainnya demi membantu kliennya mendapatkan informasi lengkap.

Biaya Sendiri

Welin patut diacungi jempol. Pria tangguh ini tak membebani orangtua untuk mewujudkan impiannya. Ia membiayai seluruh pendidikannya sendiri sejak 2004.

Saat ini, Welin bekerja sebagai konsultan pajak lewat gelar BKP-nya walau sebenarnya juga mumpuni pada pekerjaan lapangan bidang sistem informasi.

Berikut daftar lengkap pendidikan yang pernah ditempuh Welin, seperti dimuat blog pribadi Welin, Welinkusuma.blogspot.com.

Gelar pendidikan meliputi:
1. Lulusan SMAN 1 Kendari
2. Sarjana Manajemen Ekonomi (S.E.) besar di STIE Urip Sumoharjo, 2001
3. Sarjana Teknik (S.T.) Universitas Surabaya (Ubaya), 2004
4. Sarjana Hukum (S.H.) Universitas Airlangga 2002
5. Sarjana Administrasi Publik (S.Sos.) Universitas Terbuka (UT) Surabaya, 2002
5. Sarjana Teknik Informatika (S.Kom.) Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), 2002
6. Sastra Inggris (S.S.) Universitas Kristen Petra, 2003
7. Sarjana Administrasi Publik (S.AP.)
8. Sarjana Statistik (S.Stat.)
9. Magister Teknik Industri (M.T.) Insitut Teknologi Surabaya (ITS), 2004
10. Master Ilmu Manajemen (M.S.M.) Universitas Airlangga (Unair)
11. Magister Notaris (M.Kn.) Universitas Airlangga (Unair)
Gelar Profesional meliputi:
1. Perencana Keuangan Terdaftar, Indonesia (RFP-I)
2. Pengembang Merek Profesional Bersertifikat(CPBD)
3. Manajemen Produk Profesional Bersertifikat(CPPM)
4. Perencana Keuangan Bersertifikat (CFP)
5. Afiliasi manajer kekayaan (AffWM)
6. Konsultan Perpajakan Bersertifikat (BKP)
7. Perencana Keuangan Berkualitas (QWP)
8. Sumber Daya Manusia Profesional Bersertifikat (CPHR)

Labels